Kolaborasi Griya Luhu x Bank Sampah Induk Surabaya: Menuju Bank Sampah Digital di Surabaya



Penanganan sampah plastik merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan multi-solusi dan kerja sama dari berbagai pihak. Melalui program Informal Plastic Collection Innovation Challenge (IPCIC) yang kami adakan tahun lalu, berbagai kolaborasi sesama aktor persampahan di Indonesia telah diinisiasi. Salah satunya adalah kolaborasi antara Griya Luhu, penyedia platform bank sampah digital di Bali yang juga merupakan alumni program IPCIC, dengan Bank Sampah Induk Surabaya, alumni program Waste Community Accelerator.


Jarak antara Bali dan Surabaya tidak menyurutkan niat kedua belah pihak untuk melakukan pertukaran pengetahuan, praktik baik dan teknologi untuk meningkatkan pengelolaan sampah. Griya Luhu menawarkan kemudahan pencatatan bagi pengelola bank sampah melalui aplikasi yang mereka bangun. Bank Sampah Induk Surabaya beserta bank sampah unit yang terafiliasi pun menyambut baik penerapan aplikasi tersebut di Surabaya.


Suya Patni, Manajer Pengembangan Proyek Griya Luhu, merasa sangat antusias dengan kemitraan dan mengatakan bahwa “Kolaborasi ini menandai pencapaian pertama untuk ekspansi Griya Luhu di luar Bali dan kami senang melihat tim dan masyarakat bersemangat untuk belajar menggunakan aplikasi. Aplikasi Griya Luhu akan memberikan keterlacakan data yang lebih baik, cara kerja yang lebih efisien, dan peningkatan literasi digital masyarakat. Semoga kerja sama ini dapat menarik lebih banyak bank sampah untuk beralih dari sistem manual ke sistem berbasis digital.”



Gede Wiraguna dan Dimas dari Griya Luhu memimpin pelatihan penggunaan aplikasi kepada para pengelola bank sampah, bertempat di rumah salah satu warga Manyar, Surabaya (28/5). Beberapa pengurus bank sampah terlihat membutuhkan pendampingan intens dari tim Griya Luhu untuk memahami beberapa fitur khusus pada aplikasi, namun di akhir sesi hampir semua peserta pelatihan telah memahami fungsi berbagai fitur dan bagaimana penerapannya.


Nuriah selaku pimpinan Bank Sampah Gunung Putri melontarkan pendapatnya mengenai aplikasi dari Griya Luhu, “Sangat membantu sekali, biasanya tidak bisa langsung mengetahui hasil dan harga keseluruhan. Di akhir bulan harus recap, jadi sampai lembur. Dengan aplikasi ini sangat berterimakasih, karena bisa langsung tau total harga dan jumlah timbangnnya. Nasabah juga pasti akan senang.”


Penerapan aplikasi Griya Luhu memang membutuhkan sedikit kerja ekstra di awal karena pengurus bank sampah wajib memasukan database nasabah dan melakukan pengaturan jenis sampah dan harga beli, namun selanjutnya para pengurus bank sampah akan dimudahkan dalam pencatatan.



“Biasanya butuh pengurus yang banyak untuk melakukan pencatatan. Dengan aplikasi ini sangat membantu. Tinggal memasukkan data nasabah dan harga di awal. Hemat waktu dan juga mengurangi penggunaan kertas,” ujar Hj. Pujiati yang merupakan pimpinan Bank Sampah Manyar Mandiri.


Selamat kepada Griya Luhu dan Bank Sampah Induk Surabaya atas kolaborasinya! Semoga kerja sama antar aktor persampahan semakin bertambah dan pada akhirnya mempercepat penanganan permasalahan sampah plastik di Indonesia.

12 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
OPPA Final Logo-02.png