Sorotan Inovator: Rekosistem


Tujuan

Para pendiri Rekosistem melihat bahwa akar dari permasalahan sampah di Indonesia adalah akibat dari mismanagement atau salah urus. Maka, sebagai sebuah cleantech startup yang bergerak di bidang pengelolaan sampah, Rekosistem dibangun untuk meningkatkan produktivitas rantai nilai persampahan dengan pendekatan terdesentralisasi dengan tujuan akhir meminimalisir sampah yang berakhir ke TPA.



Solusi

Rekosistem menghubungkan stok sampah dengan rantai daur ulang dengan menggunakan teknologi dalam bentuk aplikasi. Aplikasi Rekosistem memberikan insentif bagi masyarakat yang memilah dan menyetor sampah di beberapa drop points di Jakarta, Surabaya, dan Purwokerto. Rekosistem juga menyediakan layanan pengumpulan sampah dari perumahan, perkantoran, dan usaha. Sampah yang terkumpul akan diproses di Rekosistem Waste Hub dan akan diteruskan ke mitra daur ulang.


Guna meningkatkan skalabilitas dan ekspansi ke area baru, Rekosistem mengikuti program Informal Plastic Collection Innovation Challenge dan Surabaya Access Pad.



Hasil

Melalui program Informal Plastic Collection Innovation Challenge, Rekosistem terhubung dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang persampahan sehingga dapat bermitra dengan empat stakeholder baru, dua di antaranya berlokasi di Surabaya. Sampah yang telah dikumpulkan oleh Rekosistem lalu dikirimkan kepada Bank Sampah Induk Surabaya dan Robries untuk diolah dan didaur-ulang. Untuk menjalankan kemitraan tersebut, Rekosistem telah menggunakan dana hibah yang didapatkan dari program.



5 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
OPPA Final Logo-02.png